Selamat jalan pejuang
Pada hari ini aku kembali ditinggal seorang pejuang.
Pejuang yang terasing dari gemerlap dunia.
Yang hampir tak pernah disanjung oleh sesama, bahkan menjadi sumber celaan.
Yang terasing dari kilauan jabatan dunia, bahkan dijadikan keset para pejabat.
Yang tak dihargai sesama, bahkan jadi cemoohan.
Lebih dari 10 tahun dunia yang kau singgahi hanya sebatas 1 km persegi, bahkan hanya 15 m persegi. Lebih dari itu hanya ada dalam anganmu.
(semoga kau dapat penyebrangi khasanah tuhan alam ini yang terbentang dalam qolbumu)
Begitu hina kau dimata tetangga. Begitu nista kau dimata sesama. Sungguh memikul beban berat tidak hanya karena harta bahkan karena gunjingan.
Tetapi bagi ayahku kau adalah permata. Seorang manusia yang dengan setia medampingi keluarga kami sepanjang hidupmu, meskipun tak pernah kau dapatkan kemewahan dunia. Sepanjang pengabdianmu tak pernah terlepas dari cacian anjing-anjing liar. Bahkan tak luput dari hantaman babi-babi buta yang tak tau arah tujuan.
Pedih hati ini mengenang pengabdianmu. Keluarga kami tak mampu mengangkatmu. Tak mampu melindungimu dari anjing-anjing liar lagi buta. Tak mampu menjagamu dari robot-robot dunia bekepala baja.
Demi ayahku, maafkanlah keluarga kami yang tak mampu menjagammu.
Demi Ibuku, maafkalah keluarga kami yang tak mampu memperhatikan penderitaanmu.
Demi adik dan kakakku, maafkan atas kehilafan kami
Demi keluarga kami, maafkan kami yang tak mampu memberikan penghargaan lebih dari itu.
Semoga Alloh SWT. menyertakannmu dalam cahayanya. Biarlah penderitaanmu menjadi penebus dosamu, sehingga kau suci dan kembali kepada yang suci.
Atas nama keluarga, tetangga, ….. maafkanlah segala kehilafan kami. Kembalilah dengan suci menghadap jati diri, mengakhiri tugas pengabdianmu.
Ya Alloh hanya kaulah harapan kami. Satukan kami dalam cahayamu. Amin
Pejuang tanpa tanda penghargaan. Selamat berbahagia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar