karena kalian aku berharap
karena kalian aku berdiri
karena kalian aku berlari
karena kalian aku berarti
ku ingin melihat kau terbang
menembus alang anganmu
menjelajah lautan cahaya
menjadi cahaya
lapangkan dada
lapangkan daya
sembuhkan raga
berlarilah
kejarlah
tutplah semua lubang
hentikan angin
hentikan semua bisikkan
hentikan semua hujjatan
penggalah semua alam khayalmu
terimalah dia
yang terangkan bumi
menerbangkan kita kesemua tarekat
memasukkan kita kealam bijak
menempatkan kita dalam damai
bersama sang bidadari sejati
salam ku untukmu ayah dan ibu
untukmu kawanku (adik dan kakak tercinta)
Kamis, 16 Juli 2009
begitu indah
jelang gelap kututup mataku
kututup telingaku
kututup telingaku
dalam sunyi kuhentikan angin
gelap, senyap sejenak
aku mati...
namun kau begitu nyata di hadapan ku
kau lapangkan dada ini,
kau sejukkan nafas ini,
kau lembutkan rasa ini,
betapa indah bidadariku,
terbangkan aku ke tempatmu
tempat kita menyatu kasih
mengembalikan rasa ini
ruang rindu tanpa batas
jauh dari alam pikiran kotor
badung, 16 juli 2009
uscos.
kututup telingaku
kututup telingaku
dalam sunyi kuhentikan angin
gelap, senyap sejenak
aku mati...
namun kau begitu nyata di hadapan ku
kau lapangkan dada ini,
kau sejukkan nafas ini,
kau lembutkan rasa ini,
betapa indah bidadariku,
terbangkan aku ke tempatmu
tempat kita menyatu kasih
mengembalikan rasa ini
ruang rindu tanpa batas
jauh dari alam pikiran kotor
badung, 16 juli 2009
uscos.
Senin, 25 Mei 2009
kenangan
MARI MENDAKI (CURUG SILIWANGI GUNUNG PUNTANG)
BERJALAN BERSAMA MENUJU CURUG SILIWANGI
INDAHNYA DI PANGANDARAN
STTT.................
LEBIH INDAH (PANGANDARAN)
h.......
kenangan suram gambar 4. inginnya berlibur karena satu bulan kerja ekstra cape, eh tiba-tiba resah. untungnya tatang ngerti ngajak pulang. makasih sobat. meskipun tanpa penghargaan atau bahkan jadi hinaan, kecerdasan sosial tetap lebih dibutuhkan daripada kecerdasan individual.
kawan
JEJAKMU DIKELAS BIRU
Diantara kabut-kabut yang menyelimuti kota Bandung, dikala panas dan hujan, terpaan angin dan penatnya jalan Soekarno-Hatta. Kami tetap utuh.
September tahun 2002 awal kami berjumpa, memapak perjalanan hidup baru kami. Mencoba mengumpulkan serpihan harapan dan cita-cita, mencari arti dan makna hidup didunia. Penasaran dan raasa cemas terus mengalir dalam dada kami. Rasa ragu dan keterasingan memicu kegelisahan. Ketidak tahuan dan ketak berdayaan membuat rasa hampa langkah kami. Kegontaian, keraguan, kelemahan, rasa takut, bimbang, kegelisahan, ……. Menyeret kami mencari perlindungan. Di sinilah kami saling mengulurkan tangan.
Diantara gumpalan semangat, kami memapak harapan baru, Tersirat tanya dalam diri kami “inikah kampus yang akan kami cintai?”. Segumpal harapan dalam dada, segudang do’a ayah dan bunda, adik dan kakak kami, teman serta sanak famili kami, serta segudang harapan tanah kelahiran kami. KAMI INGIN MENJADI MANUSIA yang BERGUNA BAGI ALAM yang KAMI HUNI. Tapi perjalanan adalah tantangan, Hambatan dan rintangan menjadi bagian dari perjuangan ini. Tak mudah menemukan perlindungan diri. Menjaga dan menggapai harapan orang tua kami. Jalanan berliku, menanjak, berondak dan penuh duri selalu menyeret kami menjerumuskan langkah kami. Tapi inilah kami, sampai kini masih berdiri.
<--------------------- uscos--------------------- >
UNTUKMU SAHABATKU DI KELAS BIRU
Siti Hanisyah Suparman Lina Mulyati Jajang Hirdiyana
Rani Suminar Roswita Tita Rosdiana
Yanti Mulyanti Freni Setiawati Tatang Hadiansyah
Mrdiah Syofiana Nandang Arif Saefulloh
Riuh air gemercik mengalir menyusuri sungai, perlahan ia menggapai muara hingga sampai di samudera lautan lepas. Tapi entah dibagian mana air dari sini kan tinggal di samudera itu. Kemudian awan berduyun berarak-arak berlomba menghiasi angkasa. Tapi entah dibagian mana awan dari sini menghiasi langit itu. Lalu angin bertiup menghamburkan debu serta biji-biji tumbuhan, berkembanglah tumbuhan menghiasi seluruh bumi. Tapi entah kemana debu serta biji-bijian dari sini kan menghiasi alam ini. Layang-layang putus pasti kan kembali ke bumi, tapi dimana?????????
Lalu kita adalah objek yang terseok-seok mencari tentang hakekat diri dan hidup kita tidak pernah menyangka sebelumnya kini kita berdiri disini. Lalu dimanakah kita akan berada
DO’A
Bismillahirrahmanirrahiim
Teman-teman sebelum kita memanjatkan harapan kepada Allah Swt. Marilah kita sejenak mengingat perjalanan kita khususnya selama empat tahun kurang lebih, kita berkumpul bejuang bersama. Menyusun serpihan-serpihan harapan yang dipikul dari tanah kelahiran kita. Barangkali ada langkah yang lupa, tanpa disadari, tidak disengaja, atau bahkan sengaja kita lakukan sehingga Allah tidak ridha, atau bahkan membuat dia murka.
Teman-teman kita semua tahu, meskipun hari ini bukanlah yang terakhir untuk saling menyapa, bercerita, bergandeng tangan, atau mungkin saling berpelukan, tetapi sadar kesempatan itu terbatas. Tahun yang akan datang, bulan, minggu, bahkan mungkin esok hari kesempatan itu akan sirna. Rasa benci, gembira, kekecewaan, dll semua akan berganti dengan rasa rindu atau penyesalan kenapa kita tidak dapat memberikan yang terbaik untuk teman-teman pada saat kemarin.
Ingatlah. Teman yang kemarin rela berkorban bagi kita, mendengarkan keluhan kita, menemani saat kesepian, menjadi tempat curahan hati saat terhimpit beban. Masihkah ia sanggup mendengarkan ocehan kita lagi? Masihkan mereka mau mendengarkan keluhan kita lagi? Mereka rela mengulurkan tangan
Meraka ihklas membantu sampai kita mampu menyandang gelar sarjana.
Tapi. Senyum mereka, …………dan semua kasih sayang mereka akan pergi dari hadapan kita tanpa kita membalas semua keikhlasannya.
Oleh karena itu, sementara masih ada waktu untuk kita menyampaikan rasa terimakasih atau permohonan maaf. Minggu depan, esok hari, atau bahkan satu jam, satu detik yang akan datang kesempatan itu sirna.
Diantara kabut-kabut yang menyelimuti kota Bandung, dikala panas dan hujan, terpaan angin dan penatnya jalan Soekarno-Hatta. Kami tetap utuh.
September tahun 2002 awal kami berjumpa, memapak perjalanan hidup baru kami. Mencoba mengumpulkan serpihan harapan dan cita-cita, mencari arti dan makna hidup didunia. Penasaran dan raasa cemas terus mengalir dalam dada kami. Rasa ragu dan keterasingan memicu kegelisahan. Ketidak tahuan dan ketak berdayaan membuat rasa hampa langkah kami. Kegontaian, keraguan, kelemahan, rasa takut, bimbang, kegelisahan, ……. Menyeret kami mencari perlindungan. Di sinilah kami saling mengulurkan tangan.
Diantara gumpalan semangat, kami memapak harapan baru, Tersirat tanya dalam diri kami “inikah kampus yang akan kami cintai?”. Segumpal harapan dalam dada, segudang do’a ayah dan bunda, adik dan kakak kami, teman serta sanak famili kami, serta segudang harapan tanah kelahiran kami. KAMI INGIN MENJADI MANUSIA yang BERGUNA BAGI ALAM yang KAMI HUNI. Tapi perjalanan adalah tantangan, Hambatan dan rintangan menjadi bagian dari perjuangan ini. Tak mudah menemukan perlindungan diri. Menjaga dan menggapai harapan orang tua kami. Jalanan berliku, menanjak, berondak dan penuh duri selalu menyeret kami menjerumuskan langkah kami. Tapi inilah kami, sampai kini masih berdiri.
<--------------------- uscos--------------------- >
UNTUKMU SAHABATKU DI KELAS BIRU
Siti Hanisyah Suparman Lina Mulyati Jajang Hirdiyana
Rani Suminar Roswita Tita Rosdiana
Yanti Mulyanti Freni Setiawati Tatang Hadiansyah
Mrdiah Syofiana Nandang Arif Saefulloh
Riuh air gemercik mengalir menyusuri sungai, perlahan ia menggapai muara hingga sampai di samudera lautan lepas. Tapi entah dibagian mana air dari sini kan tinggal di samudera itu. Kemudian awan berduyun berarak-arak berlomba menghiasi angkasa. Tapi entah dibagian mana awan dari sini menghiasi langit itu. Lalu angin bertiup menghamburkan debu serta biji-biji tumbuhan, berkembanglah tumbuhan menghiasi seluruh bumi. Tapi entah kemana debu serta biji-bijian dari sini kan menghiasi alam ini. Layang-layang putus pasti kan kembali ke bumi, tapi dimana?????????
Lalu kita adalah objek yang terseok-seok mencari tentang hakekat diri dan hidup kita tidak pernah menyangka sebelumnya kini kita berdiri disini. Lalu dimanakah kita akan berada
DO’A
Bismillahirrahmanirrahiim
Teman-teman sebelum kita memanjatkan harapan kepada Allah Swt. Marilah kita sejenak mengingat perjalanan kita khususnya selama empat tahun kurang lebih, kita berkumpul bejuang bersama. Menyusun serpihan-serpihan harapan yang dipikul dari tanah kelahiran kita. Barangkali ada langkah yang lupa, tanpa disadari, tidak disengaja, atau bahkan sengaja kita lakukan sehingga Allah tidak ridha, atau bahkan membuat dia murka.
Teman-teman kita semua tahu, meskipun hari ini bukanlah yang terakhir untuk saling menyapa, bercerita, bergandeng tangan, atau mungkin saling berpelukan, tetapi sadar kesempatan itu terbatas. Tahun yang akan datang, bulan, minggu, bahkan mungkin esok hari kesempatan itu akan sirna. Rasa benci, gembira, kekecewaan, dll semua akan berganti dengan rasa rindu atau penyesalan kenapa kita tidak dapat memberikan yang terbaik untuk teman-teman pada saat kemarin.
Ingatlah. Teman yang kemarin rela berkorban bagi kita, mendengarkan keluhan kita, menemani saat kesepian, menjadi tempat curahan hati saat terhimpit beban. Masihkah ia sanggup mendengarkan ocehan kita lagi? Masihkan mereka mau mendengarkan keluhan kita lagi? Mereka rela mengulurkan tangan
Meraka ihklas membantu sampai kita mampu menyandang gelar sarjana.
Tapi. Senyum mereka, …………dan semua kasih sayang mereka akan pergi dari hadapan kita tanpa kita membalas semua keikhlasannya.
Oleh karena itu, sementara masih ada waktu untuk kita menyampaikan rasa terimakasih atau permohonan maaf. Minggu depan, esok hari, atau bahkan satu jam, satu detik yang akan datang kesempatan itu sirna.
Jumat, 22 Mei 2009
pejuang seorang pengabdi
Selamat jalan pejuang
Pada hari ini aku kembali ditinggal seorang pejuang.
Pejuang yang terasing dari gemerlap dunia.
Yang hampir tak pernah disanjung oleh sesama, bahkan menjadi sumber celaan.
Yang terasing dari kilauan jabatan dunia, bahkan dijadikan keset para pejabat.
Yang tak dihargai sesama, bahkan jadi cemoohan.
Lebih dari 10 tahun dunia yang kau singgahi hanya sebatas 1 km persegi, bahkan hanya 15 m persegi. Lebih dari itu hanya ada dalam anganmu.
(semoga kau dapat penyebrangi khasanah tuhan alam ini yang terbentang dalam qolbumu)
Begitu hina kau dimata tetangga. Begitu nista kau dimata sesama. Sungguh memikul beban berat tidak hanya karena harta bahkan karena gunjingan.
Tetapi bagi ayahku kau adalah permata. Seorang manusia yang dengan setia medampingi keluarga kami sepanjang hidupmu, meskipun tak pernah kau dapatkan kemewahan dunia. Sepanjang pengabdianmu tak pernah terlepas dari cacian anjing-anjing liar. Bahkan tak luput dari hantaman babi-babi buta yang tak tau arah tujuan.
Pedih hati ini mengenang pengabdianmu. Keluarga kami tak mampu mengangkatmu. Tak mampu melindungimu dari anjing-anjing liar lagi buta. Tak mampu menjagamu dari robot-robot dunia bekepala baja.
Demi ayahku, maafkanlah keluarga kami yang tak mampu menjagammu.
Demi Ibuku, maafkalah keluarga kami yang tak mampu memperhatikan penderitaanmu.
Demi adik dan kakakku, maafkan atas kehilafan kami
Demi keluarga kami, maafkan kami yang tak mampu memberikan penghargaan lebih dari itu.
Semoga Alloh SWT. menyertakannmu dalam cahayanya. Biarlah penderitaanmu menjadi penebus dosamu, sehingga kau suci dan kembali kepada yang suci.
Atas nama keluarga, tetangga, ….. maafkanlah segala kehilafan kami. Kembalilah dengan suci menghadap jati diri, mengakhiri tugas pengabdianmu.
Ya Alloh hanya kaulah harapan kami. Satukan kami dalam cahayamu. Amin
Pejuang tanpa tanda penghargaan. Selamat berbahagia.
Pada hari ini aku kembali ditinggal seorang pejuang.
Pejuang yang terasing dari gemerlap dunia.
Yang hampir tak pernah disanjung oleh sesama, bahkan menjadi sumber celaan.
Yang terasing dari kilauan jabatan dunia, bahkan dijadikan keset para pejabat.
Yang tak dihargai sesama, bahkan jadi cemoohan.
Lebih dari 10 tahun dunia yang kau singgahi hanya sebatas 1 km persegi, bahkan hanya 15 m persegi. Lebih dari itu hanya ada dalam anganmu.
(semoga kau dapat penyebrangi khasanah tuhan alam ini yang terbentang dalam qolbumu)
Begitu hina kau dimata tetangga. Begitu nista kau dimata sesama. Sungguh memikul beban berat tidak hanya karena harta bahkan karena gunjingan.
Tetapi bagi ayahku kau adalah permata. Seorang manusia yang dengan setia medampingi keluarga kami sepanjang hidupmu, meskipun tak pernah kau dapatkan kemewahan dunia. Sepanjang pengabdianmu tak pernah terlepas dari cacian anjing-anjing liar. Bahkan tak luput dari hantaman babi-babi buta yang tak tau arah tujuan.
Pedih hati ini mengenang pengabdianmu. Keluarga kami tak mampu mengangkatmu. Tak mampu melindungimu dari anjing-anjing liar lagi buta. Tak mampu menjagamu dari robot-robot dunia bekepala baja.
Demi ayahku, maafkanlah keluarga kami yang tak mampu menjagammu.
Demi Ibuku, maafkalah keluarga kami yang tak mampu memperhatikan penderitaanmu.
Demi adik dan kakakku, maafkan atas kehilafan kami
Demi keluarga kami, maafkan kami yang tak mampu memberikan penghargaan lebih dari itu.
Semoga Alloh SWT. menyertakannmu dalam cahayanya. Biarlah penderitaanmu menjadi penebus dosamu, sehingga kau suci dan kembali kepada yang suci.
Atas nama keluarga, tetangga, ….. maafkanlah segala kehilafan kami. Kembalilah dengan suci menghadap jati diri, mengakhiri tugas pengabdianmu.
Ya Alloh hanya kaulah harapan kami. Satukan kami dalam cahayamu. Amin
Pejuang tanpa tanda penghargaan. Selamat berbahagia.
Rabu, 06 Mei 2009
Kurikulum 1994 VS KBK
KBK LANGKAH MUNDUR PEMBELAJARAN MATEMATIKA
PENDAHULUAN
Latar belakang
Pendidikan pada hakekatnya merupakan proses memanusiakan manusia melalui proses pengembangan seluruh potensi dan sesuai dengan tuntutan yang berkembangan dilingkungannya. “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (UU RI No. 20 tahun 2003)”.
Upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara terus menerus dilakukan baik secara konvensional maupun inovatif. Pemerintah telah melakukan upaya penyempurnaan pendidikan secara nasional antaralain dengan diimplementasikannya UU No,. 22 dan 25 tahun 1999 tentang otonomi daerah. Sejalan dengan itu, pemerintah juga melakukan pembaharuan pendidikan dalam bidang kurikulum yang diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu efeknya adalah diimplementasikannya kurikulum berbasis kompetensi (KBK) pada tahun 2004. Hal tersebut juga menjadi landasan dalam pengembangan pembelajaran matematika. Salah satu indikator keberhasilan inovasi pendidikan ini adalah ketercapaian ketuntasan belajar siswa.
Inovasi pendidikan ini tidak mudah untuk dapat diterima khususnya oleh pada praktisi pendidikan matematika. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan karakteristik pembelajaran matematika dengan KBK. Pembelajaran matematika di tingkat menengah, materi disampaikan secara abstrak. Ini terjadi karena karakteristik mata pelajaran matematika di tingkat menengah memang demikian. Sedangkan KBK memberikan indikator bahwa pembelajaran akan bermakna apabila materi pelajaran dihubungkan langsung dalam pemecahan masalah sehari-hari.
Kondisi ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Dampak yang dihasilkan KBK dalam mata pelajaran matematika dapat saja lebih baik dibandingkan dampak yang dihasilkan kurikulum 1994.
Hasil penelitian yang dilakukan di SMA PGRI Rancaekek oleh mahasiswa pendidikan matematika FKIP Uninus menunjukkan perbedaan rata-rata prestasi siswa pada pembelajaran matematika. Rata-rata prestasi belajar siswa pada kurikulum 1994 lebih baik dari pada rata-rata prestasi belajar siswa pada kurikulum berbasis kompetensi. Hal ini menunjukkan kemunduran prestasi pendidikan matematika khususnya di SMA PGRI Rancaekek.
Perbedaan karakteristik antara KBK dengan matematika menunjukkan ketidak singkronan antara pembelajaran menurut KBK dengan karakteristik matematika. Karakteristik pembelajaran matematika biasanya diawali dengan tahapan pengenalan konsep secara konkrit, kemudian diabstraksi dan tidak mesti bahkan lebih baik tidak dikongkritkan lagi.sedangkan karakteristik pembelakaran menuru KBK harus selalu dikenalkan melalaui konsep konkrit. Kondisi ini mengakibatkan konsep matematika akan sulit berkembang.
PENDAHULUAN
Latar belakang
Pendidikan pada hakekatnya merupakan proses memanusiakan manusia melalui proses pengembangan seluruh potensi dan sesuai dengan tuntutan yang berkembangan dilingkungannya. “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (UU RI No. 20 tahun 2003)”.
Upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara terus menerus dilakukan baik secara konvensional maupun inovatif. Pemerintah telah melakukan upaya penyempurnaan pendidikan secara nasional antaralain dengan diimplementasikannya UU No,. 22 dan 25 tahun 1999 tentang otonomi daerah. Sejalan dengan itu, pemerintah juga melakukan pembaharuan pendidikan dalam bidang kurikulum yang diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu efeknya adalah diimplementasikannya kurikulum berbasis kompetensi (KBK) pada tahun 2004. Hal tersebut juga menjadi landasan dalam pengembangan pembelajaran matematika. Salah satu indikator keberhasilan inovasi pendidikan ini adalah ketercapaian ketuntasan belajar siswa.
Inovasi pendidikan ini tidak mudah untuk dapat diterima khususnya oleh pada praktisi pendidikan matematika. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan karakteristik pembelajaran matematika dengan KBK. Pembelajaran matematika di tingkat menengah, materi disampaikan secara abstrak. Ini terjadi karena karakteristik mata pelajaran matematika di tingkat menengah memang demikian. Sedangkan KBK memberikan indikator bahwa pembelajaran akan bermakna apabila materi pelajaran dihubungkan langsung dalam pemecahan masalah sehari-hari.
Kondisi ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Dampak yang dihasilkan KBK dalam mata pelajaran matematika dapat saja lebih baik dibandingkan dampak yang dihasilkan kurikulum 1994.
Hasil penelitian yang dilakukan di SMA PGRI Rancaekek oleh mahasiswa pendidikan matematika FKIP Uninus menunjukkan perbedaan rata-rata prestasi siswa pada pembelajaran matematika. Rata-rata prestasi belajar siswa pada kurikulum 1994 lebih baik dari pada rata-rata prestasi belajar siswa pada kurikulum berbasis kompetensi. Hal ini menunjukkan kemunduran prestasi pendidikan matematika khususnya di SMA PGRI Rancaekek.
Perbedaan karakteristik antara KBK dengan matematika menunjukkan ketidak singkronan antara pembelajaran menurut KBK dengan karakteristik matematika. Karakteristik pembelajaran matematika biasanya diawali dengan tahapan pengenalan konsep secara konkrit, kemudian diabstraksi dan tidak mesti bahkan lebih baik tidak dikongkritkan lagi.sedangkan karakteristik pembelakaran menuru KBK harus selalu dikenalkan melalaui konsep konkrit. Kondisi ini mengakibatkan konsep matematika akan sulit berkembang.
Langganan:
Komentar (Atom)